Seorang pengungsi perempuan Rohingya menggendong anaknya di sebuah kamp pengungsi tak terdaftar di Kutupalong, Banghladesh, pada September 2009. Bangladesh meminta tiga organisasi kemanusiaan internasional untuk menghentikan layanan bagi para pengungsi Rohingya yang berusaha menyelamatkan diri dari penganiayaan dan penyiksaan di Myanmar, Kamis (2/8/2012).
Direktur
Human Right Watch (HRW) Phil Robertson memperkirakan beberapa bulan ke depan
akan semakin banyak pengungsi Rohingya yang mencari perlindungan di Indonesia
apabila semakin buruknya situasi di Myanmar.
"Bila
keadaan di Arakan tidak mengalami perubahan beberapa bulan ke depan, akan
dipastikan semakin banyak perahu Rohingya yang tiba di Indonesia mencari
perlindungan," ungkapnya, di kampus Universita Indonesia, Jumat
(10/8/2012).
Menurutnya,
Pemerintah Indonesia juga wajib untuk menolong para pengungsi Rohingya yang
meminta perlindungan. "Pemerintah Indonesia memiliki tanggung jawab untuk
menerima orang Rohingya, menyediakan penampungan sementara, dan
pendampingan," paparnya.
Selain
itu, Ia pun mengkritik Pemerintah Bangladesh yang dianggap tidak mau menerima
kaum Rohingya untuk mencari perlindungan. Bangladesh beralasan tidak memiliki
dana untuk menolong para pengungsi Rohingya tersebut. Padahal Bangladesh
menerima berbagai bantuan dari berbagai elemen sampai dengan 33 juta dollar AS.
"Pemerintah
Bangladesh sama saja dengan pemerintah Myanmar. Pemerintah Bangladesh
terus-menerus menyangkal bahwa Perdana Menteri Bangladesh telah memaksa orang
Rohingya kembali ke laut," jelasnya.
HRW
juga mengharapkan Indonesia untuk mendesak ASEAN agar mau berbicara secara
terbuka untuk mengakhiri konflik sektarian di Myammar.
"Terpenting
adalah jangan ada standar ganda karena di Indonesia kekerasan sektarian juga
terjadi terhadap kelompok minoritas seperti Ahmadiyah," harapnya.
Phil
pun menyayangkan tindakan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang
dianggap tidak berbuat apapun dengan kekerasan yang menimpa kaum Rohingya.
"Aung San Suu Kyi melewatkan berbagai kesempatan untuk berbicara mengenai
masalah ini," sesal Phil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar